Vitamin D stabilkan gula darah pada obesitas

Masih banyak orang yang memandang sebelah pada vitamin D. Padahal vitamin ini menyimpan segudang manfaat. Selain baik untuk kalsium, vitamin D mampu mencegah diabetes.

Para peneliti di Amerika mengatakan, suplemen vitamin D dapat membantu anak-anak dan remaja yang obesitas untuk mengontrol tingkat gula darah mereka yang dapat membantu mencegah diabetes.

Catherine Peterson dari University of Missouri dan rekannya mempelajari 35 prediabetes pada anak-anak dan remaja yang sedang menjalani perawatan di university's Adolescent Diabetic Obesity Program. Semua memiliki kekurangan vitamin D serta memiliki diet yang sama dan tingkat aktivitas. Setengah dari peserta studi secara acak diberi suplemen vitamin D dosis tinggi atau plasebo setiap hari selama enam bulan.

Penelitian, yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menemukan mereka yang mempunyai kadar vitamin D yang cukup menurunkan jumlah insulin dalam darah mereka.

"Dengan meningkatkan asupan vitamin D saja, kami mendapat respon yang hampir sama kuatnya seperti menggunakan obat resep," kata Peterson yang dilansir Thirdage (27/3). Dia melihat penurunan kadar insulin, yang berarti kontrol glukosa makin baik, meskipun tidak ada perubahan berat badan, asupan makanan atau aktivitas fisik.

Dosis vitamin D yang diberikan kepada remaja obesitas dalam penelitian ini adalah bukan sesuatu yang dianjurkan untuk semua orang, kata Peterson.

"Untuk para dokter, pesan utama dari penelitian ini adalah untuk memeriksa status vitamin D dari pasien obesitas mereka, "kata Peterson. Dengan menambahkan suplemen vitamin D pada diet mereka bisa lebih efektif untuk mengobati obesitas dan resistensi insulin yang terkait.

Diabetes adalah penyakit kronis yang mempengaruhi setiap organ dalam tubuh manusia. Akibatnya, penderita diabetes merasa tubuhnya cepat lelah. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak stabil.

Kadar gula darah yang terlalu rendah akan mengakibatkan hipoglikemia. Sebaliknya, kadar gula terlalu tinggi bisa menyebabkan hiperglikemia. Rasa lapar yang ekstrem, sembelit, dan depresi merupakan gejala umum dari diabetes tidak stabil.

Kondisi tidak stabil

Kondisi tidak stabil biasanya terjadi pada penderita diabetes yang mengonsumsi suplemen insulin secara teratur, khususnya diabetes tipe 1. Tubuh menjadi sangat bergantung pada insulin sehingga tidak ada oksidasi glukosa sama sekali. Fluktuasi kadar gula darah yang sangat tinggi bahkan dapat membuat orang kehilangan kesadarannya.

Hormon stres juga menjadi penyebab dari kadar gula yang tidak stabil. Meski terdengar sepele, stres dapat mengganggu kerja insulin dalam tubuh. Selain stres, kondisi tubuh yang tidak stabil bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang parah. Kadar gula darah yang tidak stabil membuat penderita diabetes tidak mampu mencerna dan mengasimilasi makanan

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?