Mengendalikan Penyakit Gula darah Anda

Di Indonesia diperkirakan 50 persen penderita gula darah  belum terdiagnosis. Jika pun sudah terdiagnosa pun hanya dua pertiga saja yang menjalani pengobatan baik non-farmakologi maupun farmakologi. “Selain itu, janya sepertiga diantaranya saja yang terkendali dengan baik,’’ kata Wakil Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Cabang Semarang Prof Dr dokter Darmono SpPDK-EMD.

Untuk Indonesia, kata  Darmono, WHO memprediksi adanya peningkatan penderita gula darah yang cukup besar untuk tahun mendatang. Pada 2000 tercatat ada 8,4 juta penduduk yang menderita diabetes. “Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 21,3 juta penduduk pada 2030,’’ kata dia dalam jumpa pers di ruang eksekutif bagian penyakit dalam RSUP DR Kariadi terkait pelaksanaan Simposium Obat ipoglikemik Oral Ke-3 yang akan diselenggarakan 19-20 Maret di Hotel Patra Semarang. 

Dia menjelaskan, diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang akan diderita seumur hidup. Dalam pengelolaan penyakit tersebut selain dokter, perawat, ahli gizi dan tenaga keehatan peran pasien dan keluarga pun tak kalah penting. ’’Terutama terkait dengan pemahaman lebih jauh tentang perjalanan penyakit DM berikut pencegahannya,’’ katanya.

Sementara itu, menurut spesialis penyakit dalam RS Dr Kariadi Prof Dr Djokomoeljanto SpPDK-EMD, penyakit diabetes melitus tidak bisa disembuhkan. Segala upaya yang dilakukan hanya bersifat mengendalikan.

”Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang penderitanya semakin meningkat terus di seluruh dunia. Nefropati diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang menyebabkan penyakit ginjal kronis” kata perempuan kelahiran Semarang 12 Mei 1957 itu.

Karena itu, perlu penanganan dengan menggunakan obat pilihan, tetapi obat untuk Nefropati diabetes cukup mahal dan menjadi kendala bagi penderita di tingkat sosial ekonomi rendah. Karena itu, harus ada obat alternatif dan tidak membahayakan.

Melalui hasil penelitian Doktor Ilmu Kedokteran/Kesehatan ke- 33 dan Doktor Program Pascasarjana Undip ke-368 itu,  memberikan pencerahan sekaligus solusi bagi penderita DM.Ketua Tim Penguji sekaligus Direktur Program Pascasarjana Undip Prof Dr dokter Anies MKes PKK berharap, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga dapat diterapkan pada manusia. ”Ke depan buah mengkudu diharapkan dapat diteliti lebih lanjut untuk mengatasi problem kesehatan di masyarakat,” tandasnya.

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?