Kerusakan Otak Akibat Gula Darah

Tingkat gula darah tinggi ternyata tak hanya menyebabkan diabetes, melainkan juga bisa menyebabkan kerusakan pada otak, ungkap penelitian terbaru. Orang yang sering mengalami tingkat gula darah yang tinggi berkemungkinan mengalami masalah ingatan.

Peneliti Dr Agnes Floel mengungkapkan bahwa penyakit gula yang diakibatkan oleh tingkat gula dalam darah yang tinggi bisa menurunkan fungsi otak dan bahkan menyebabkan demensia. Hal ini tak hanya terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit gula, melainkan juga pada orang normal yang cenderung memiliki tingkat gula darah tinggi.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati partisipan berusia 50 - 80 tahun. Para partisipan tidak memiliki masalah dengan diabetes dan masalah otak sebelumnya. Setelah melakukan beberapa tes dan mengecek tingkat gula dalam darah, peneliti menemukan bahwa manula yang memiliki tingkat gula darah tinggi cenderung melakukan banyak kesalahan pada tes ingatan, seperti dilansir oleh Daily Health Post.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Convit di New York State Office of Mental Health's Nathan Kline Research Institute juga mengungkap bahwa orang dengan tingkat gula darah yang tinggi cenderung memiliki hippocampus yang kecil. Bagian hippocampus pada otak berkaitan dengan ingatan.

Hasil penelitian ini tentunya bisa menjadikan pelajaran bagi kita agar selalu memperhatikan kesehatan tubuh. Menjaga tingkat gula darah agar tetap stabil tak hanya menjauhkan kita dari penyakit diabetes, tetapi juga menjaga otak agar tetap sehat.

Menurunkan kadar gula darah bukan cuma mampu menangkal penyakit diabetes, tetapi juga baik bagi kesehatan memori, demikian menurut penelitian terbaru.

Penelitian tersebut tepatnya menyatakan kalau kadar gula yang terlalu tinggi meningkatkan risiko masalah ingatan.

Seperti yang dilansir dari Health, sebanyak 141 orang berusia 63 tahunan terlibat dalam penelitian. Mereka tidak mengidap gejala diabetes, tidak obesitas, namun minum tiga gelas alkohol setiap hari dan didiagnosis mengalami masalah memori.

Peneliti kemudian mengukur kadar gula darah para responden dan memindai kondisi otak bagian hippocampus - otak yang berperan penting dalam proses mengingat dan mengolah data.

Hasilnya, responden dengan kadar gula darah rendah memiliki ingatan yang lebih baik daripada mereka yang kadar gula dalam darahnya cukup tinggi.

"Seiring bertambahnya usia, penting bagi kita untuk mencari tahu bagaimana cara menjaga kesehatan memori. Ternyata salah satunya adalah mengontrol gula darah," papar Dr Agnes Floel dari Charite University Medicine.Hasil penelitian pun dilaporkan dalam jurnal Neurology

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?