Kadar gula darah normal pun berbahaya

Kadar gula tinggi dalam darah dikenal mampu memicu penyakit diabetes. Namun kadar gula darah yang tinggi sekaligus masih tergolong normal ternyata juga berbahaya bagi otak, demikian menurut penelitian terbaru.

Seperti yang dilansir dari My Health News Daily (05/09), orang-orang dengan kadar gula darah tinggi yang termasuk batas maksimal normal terancam mengalami penyusutan otak.

"Berbagai penelitian menunjukkan hubungan antara diabetes tipe 2 dan penyusutan otak serta demensia. Tetapi kami belum begitu paham tentang orang dengan kadar gula darah normal pada batas maksimal punya efek yang sama atau tidak," terang peneliti Nicolas Cherbuin dari Australian National University di Canberra.

Penelitian ini pun menyarankan orang-orang yang tidak menderita diabetes tetap mewaspadai kadar gula darah mereka. Meskipun demikian, para ahli juga tetap menegaskan bahwa ada penelitian lebih lanjut mengenai masalah tersebut.

Penelitian ini yang melibatkan 249 orang berusia 60-64 tahun yang memiliki kadar gula darah normal menurut WHO. Otak mereka kemudian dipindai dan diketahui besar penyusutan yang terjadi. Seluruh penelitian kemudian dilaporkan dalam jurnal American Academy of Neurology.

Sementara itu Gastric bypass adalah jenis operasi yang dilakukan dengan memotong usus atau mengecilkan lambung. Biasanya prosedur ini dilakukan untuk mengatasi masalah berat badan. Baru-baru ini peneliti menemukan bahwa operasi ini tak hanya membantu mengurangi berat badan tetapi juga mengontrol gula darah.

Peneliti menemukan bahwa prosedur operasi gastric bypass mengubah hormon dan asam amino yang diproduksi selama proses pencernaan. Operasi ini bisa menghilangkan gejala diabetes tipe dua pada pasien, ungkap peneliti.

Dalam operasi gastric bypass, lambung dipisah menjadi dua bagian. Makanan akan disalurkan pada bagian yang lebih kecil sehingga orang akan lebih udah merasa kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit makanan. Penelitian ini mengamati empat orang wanita yang menjalani operasi gastric bypass. Selama operasi, kateter dimasukkan dalam bagian lambung yang lebih besar pada pasien.

Setelah operasi, peneliti menyalurkan makanan melalui kateter pada bagian lambung besar dan menganalisis hormon yang diproduksi. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan aktivitas hormon ketika makanan dimasukkan dalam bagian lambung yang lebih kecil.

Hasilnya diketahui bahwa tingkat insulin dan hormon lain yang dihasilkan lebih tinggi ketika makanan dicerna pada bagian lambung yang lebih kecil. Tingkat asam amino juga lebih tinggi pada bagian lambung kecil, sementara tingkat asam lemak lebih rendah.

Peningkatan hormon, terutama insulin, ketika proses pencernaan menyebabkan pasien lebih mudah mengontrol gula darah mereka, ungkap peneliti. meski penelitian ini menemukan bahwa operasi gastric bypass bisa mengubah produksi hormon dan menghilangkan gejala diabetes, namun peneliti tak menemukan adanya kaitan sebab-akibat.

"Operasi ini merupakan senjata efektif untuk melawan obesitas, sebagai efek sampingnya operasi ini juga bisa meredakan gejala diabetes tipe-2," ungkap Nils Wierup, profesor di Lund University Diabetes Centre di Swedia, seperti dilansir oleh US News (30/04).

Meski begitu peneliti tak menyarankan pasien diabetes untuk melakukan gastric bypass. Peneliti berharap bahwa penemuan ini bisa membantu mereka menemukan cara perawatan baru untuk menangani diabetes tipe-2.

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?