Infeksi Otak Langka yang Berbahaya

BERENANG di tempat yang sembarangan atau tidak terjamin kebersihannya, selain berisiko terkena penyakit kulit, juga berisiko terkena infeksi naegleria. Namun, ini merupakan kasus yang sangat langka. Meskipun sangat langka, ada baiknya Anda mengetahui tentang infeksi ini. Naegleria merupakan infeksi langka pada otak yang disebabkan jenis amoeba yang bernama naegleria fowleri. 

Dan ini merupakan satu-satunya jenis amoeba yang bisa menginfeksi manusia. Amoeba ini hidup di air dengan kecenderungan suhu hangat (warm fresh water), baik di air tawar (kolam renang), sungai, danau dan sumber air panas. Saat berenang, amoeba ini akan memasuki tubuh melalui hidung, lalu mereka menuju bagian otak melalui saraf penciuman yang terhubung dengan lobus frontal otak. Jika amoeba telah mencapai otak, otomatis akan menginfeksi otak, dan berkembang menjadi penyakit meningoencephalitis amebic primer.

Infeksi yang kasusnya banyak terjadi di Amerika Serikat ini, akan menyebabkan otak meradang dan mengalami kerusakan serius. Tidak menular dari orang ke orang memang, karena sumber penyakitnya berasal dari amoeba naegleria fowleri yang masuk melalui hidung. Proses mereka menggerogoti otak manusia berlangsung sangat cepat, dalam hitungan antara tiga hingga tujuh hari. Sehingga penderitanya biasanya meninggal dunia. Ini karena proses yang cepat dan biasanya tidak diketahui. Pengobatan yang dilakukan biasanya untuk mengobati simptom dan memperpanjang lifetime usia.

Makanan amoeba sebenarnya adalah bakteri. Namun ketia ia masuk ke dalam tubuh manusia, otaklah yang menjadi incarannya. Perlu Anda ketahui, meskipun efek dari terinfeksi amoeba naegleria fowleri sangat mengerikan, bukan berarti berenang menjadi kegiatan yang mengerikan. Karena, menurut dr. Muchlis AU Sofro, SpPD. KPTI, ahli penyakit dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang, amoeba ini hanya terdapat pada air pada kondisi tidak terawat atau kotor. Misalnya air kolam renang yang jarang dibersihkan, atau tidak diberi kaporit/ klorine. "Selain itu, orang yang bisa terinfeksi naegleria hanya orang yang kondisinya dalam keadan sakit," jelas dr. Muchlis.

Kondisi tubuh yang tidak sehat seperti daya tahan tubuh yang turun, pasien diabetes yang tidak terkontrol (kadar gulanya), penderita HIV atau kanker, yang bisa terinfeksi penyakit langka ini. Jadi, jika Anda berenang pada air yang kondisinya bersih, dan badan Anda dalam keadaan fit, tidak perlu cemas akan terinfeksi.
Hanya melalui hidung
Seseorang bisa terinfeksi naegleria, hanya melalui hidung, satu-satunya jalan masuk amoeba menuju otak. Jika Anda tidak sengaja terminum air yang mengandung amoeba naegleria ketika berenang, ini tidak menginfeksi. Juga ketika air yang tak sengaja masuk lewat telinga. Ini tidak akan menginfeksi.
Amoeba naegleria fowleri bisa ditemui di perairan hangat (air kolam renang, sungai, danau, sumber air panas) mana saja. 

Di Amerika, di mana kasus ini banyak terjadi, sebagian besar kasus ditemukan di perairan air tawar di bagian selatan. Amoeba ini terdapat pada perairan hangat seperti sungai dan danau, air geothermal (yang secara natural hangat/ panas) pada musim panas, sumber air minum geothermal yang juga hangat/ panas, air hangat yang keluar dari tanaman industri, kolam renang dengan kondisi tidak terawat atau kurang/ tidak memakai klorine, pemanas air (naegleria fowleri berkembang bagus pada suhu tinggi, bahkan lebih dari 115 derajat fahrenheit atau 46 derajat celcius, serta bisa bertahan dalam periode singkat dan pada temperatur tinggi), serta pada tanah.

Meningoencephalitis Amebic Primer (PAM)
PAM merupakan penyakit dari sistem saraf pusat, yang tentu saja, berasal dari infeksi amoeba naegleria fowleri. Di Amerika Serikat, hanya satu orang yang berhasil sembuh dari infeksi ini, dari 128 orang yang terinfeksi, antara tahun 1962 - 2012. Secara klinis, naegleria fowleri mirip dengan bakteri meningitis, dengan kemungkinan yang lebih rendah dari diagnostik PAM pada awalnya.

Gejala mulai muncul biasanya antara hari pertama terinfeksi, hingga tujuh hari kemudian (biasanya terlihat pada hari ke-lima) setelah berenang atau hidung menjadi sengau karena terpapar air yang terkontaminasi naegleria. Penderita akan meninggal antara 1- 12 hari, setelah gejala-gejalanya mulai timbul.

PAM sangat sulit terdeteksi karena berkembang sangat cepat, sehingga diagnosis baru bisa didapat setelah pasien meninggal. Dan dari banyaknya kasus yang ditemukan di Amerika Serikat, antara lain karena peralatan kesehatan di negara tersebut sudah canggih. Adapun gejala pada tahap awal adalah sakit kepala yang hebat pada bagian depan, demam, mual dan muntah. 

Lalu pada level berikutnya adalah leher kaku, kejang-kejang, penurunan kesadaran, halusinasi dan koma. Untuk mendiagnosisnya, awalnya akan dilakukan biopsi, lalu pemeriksaan cairan otak, Polymerase Chain Reaction (PCR); pemeriksaan dengan teknologi biokimia dengan dalam molekul biologi yang bisa menjelaskan sebuah atau beberapa sampel DNA, atau Indirect Fluorescent Antibody (IFA)/ Immunohistochemistry (IHC); antibodi spesifik untuk naegleria fowleri yang bisa digunakan untuk konjungsi dengan antibodi lain yang endapannya menjadi zat kimia atau berkilau di bawah sinar tertentu (IFA) yang secara langsung memberi warna pada amoeba yang diletakkan pada tisu.

Terapi yang dilakukan untuk menolong pasien infeksi naegleria biasanya memberikan terapi anti jamur, atau dengan memberikan obat-obatan, untuk memperpanjang usia. Disamping melakukan pengobatan, pasien dianjurkan untuk melakukan beberapa hal, seperti tidak melakukan aktivitas di dalam air, namun jika tetap melakukannya, diusahakan bagian kepala tidak terendam dalam air, atau selalu menutup hidung, dengan cara memencet atau menggunakan kip hidung.

Lalu merebus air sebelum digunakan, dan menyaring air dengan menggunakan filter berpori-pori kecil, yang ukurannya tidak lebih dari 1 mikron atau 1 mikrometer. "Penyakit ini memang sangat langka. Namun yang bisa Anda pelajari adalah, jangan anggap sepele keluhan sakit kepala, apalagi yang disertai mual dan muntah," papar dr. Muchlis.

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?