Gula Darah Tak Bisa Disembuhkan, Benarkah ?

Penderita gula darah di Indonesia umumnya dan Salatiga khusunya cenderung terus mengalami pe­ningkatan dari tahun ke tahun. Sebagian besar penyebabnya adalah pola hidup yang tidak sehat.

Hal itu dikatakan Ketua Per­satuan Diabetes Indonesia (Per­sadia) Salatiga dokter Anthon WP SpPK MHKes di sela-sela peri­nga­tan Peringatan Hari Diabetes se-dunia di halaman RS DKT Dokter Asmir Salatiga Jumat (15/11).

Dia menyebut dari hasil penelitian di Salatiga, setiap seratus orang yang dites kesehatan, ternyata 35-40 orang menderita gula darah. Faktor keturunan persentasenya hanya 10% sedangkan sisanya merupakan pola hidup yang menyebabkan gula darah.

’’Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah. Sebab masih banyak mayarakat yang takut untuk memerikasakan diri tentang kesehatan mereka. Tahu-tahu sudah sakit baru periksa ke dokter,’’ kata Anthon.

Acara peringatan Hari Pe­ri­ngatan Hari Diabets se Dunia tingkat Salatiga ini ditandai de­ngan senam massal gula darah ang­gota Persadia yang berjumlah se­kitar 600 orang. Selain senam gula darah, juga digelar talk show gula darah de­ngan nara sumber dokter Wi­dodo dari DKT Salatiga, peme­riksaan gula darah, dan doorprize.

Lebih lanjut dokter Anthon mengatakan, diabetes tidak bisa diberantas namun bisa diminimalkan dengan berbagai upaya misalnya menerapkan pola hidup sehat seperti pengaturan pola makan dan perbanyak aktivitas seperti berolahraga, jalan kaki maupun lainnya yang dapat meningkatkan intensitas pengeluaran keringat.

Deteksi Dini

’’gula darah tidak perlu ditakuti. Penyakit ini memang tidak mudah disembuhkan tetapi bisa diken­dalikan,’’ kata pria yang juga edukator gula darah nasional itu.

Dikatakan, untuk mencegah penyakit yang sering disebut  kencing manis ini, pola hidup seh­at harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Senam tidak harus pagi hari, namun dapat dila­kukan pada setiap saat. Dengan cara itu bisa meminimalkan dari terkena gula darah.

Komandan Detasemen Kese­hatan Wilayah Korem 073/ma­kutarma Salatiga Letkol Iqbal didampingi dokter Sumanta me­ngatakan, pihaknya mendukung terselenggaranya peri­ngatan  Pe­ringatan Hari Diabetes se Dunia di halaman RS DKT Dokter Asmir. Kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan kepada masayarakat untuk terbiasa mendeteksi dini tentang penyakit ini.

’’Yang penting yang perlu diketahui masyarakat dan yang harus dilakukan adalah tetap rajin kontrol gula darah dan menjaga pola makan. Tidak ketinggalan adalah melakukan olah raga yang dapat membuat berkeringat, dengan demikian gula darah di dalam tubuh akan tetap terjaga,’’ katanya. 

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?