Obat impoten bagi penderita diabetes / gula darah

Obat impoten bagi penderita diabetes / gula darah -Obat impoten ternyata tak hanya bisa mengembalikan vitalitas pria. Obat ini juga bisa membantu mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh pembesaran prostat seperti susah buang air kecil. 

Laki-laki yang mengonsumsi ’’Eli Lilly’’ dan Co’s Cialis setiap hari mengalami lebih sedikit gejala pembesaran prostat, demikian menurut peniliti Amerika Serikat sebagaimana dilaporkan jurnal Urology baru-baru ini. Eli Lilly dan Co’s Cialis merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati impoten.

Dalam studi ini peneliti dari University of Texas Southwestern Medical Center (Dallas), Northwestern University (Chicago), dan Lilly Research Laboratories melakukan tes terhadap lebih dari seribu laki-laki yang menderita pembesaran prostat yang biasa dikenal dengan ’’Benign Prostatic Hyperplasia’’ atau BPH.

Sebagian dari mereka lalu diberi Cialis dan sebagian lainnya diberi plasebo. Mereka yang mendapat Cialis dilaporkan mengalami perbaikan dari gejala-gejala pembesaran prostat. Selain itu Cialis juga diketahui memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada obat-obatan yang kini digunakan untuk pengobatan BPH.  Beberapa efek samping yang ditimbulkan Cialis adalah pusing, hypotension (tekanan darah rendah), dan disfungsi seksual.

Makan Siang Sehat, Konsentrasi Hebat

BANYAK penelitian menunjukkan betapa bermanfaatnya sarapan guna meningkatkan konsentrasi anak di sekolah. Dan kini peneliti Universitas Michigan membuktikan bahwa makan siang yang sehat dapat mempertahankan konsentrasi anak.  

Dietitian Catherine Kraus menjelaskan, makan siang yang sehat dan seimbang mampu membuat neurotransmitters (zat kimia dalam otak) berfungsi lebih efisien sehingga kemampuan konsentasi dan daya ingat semakin baik.

“Masa kanak-kanak adalah masa krusial dimana seluruh anggota tubuh tumbuh dan berkembang, termasuk otak. Karena itu pemberian nutrisi yang sehat dan mengajari anak bagaimana memilih makanan yang sehat akan sangat bermanfaat,” kata Kraus.

Bagaimana cara memastikan bahwa makanan yang diberikan telah memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama di sekolah? Kraus merekomendasikan beberapa cara berikut.

Pertama pastikan anak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak sarapan tidak dapat beraktivitas seperti mereka yang sarapan.

Untuk makan siang, siapkan bekal makanan yang mengandung gizi seimbang. Jangan berikan makanan yang mengandung lemak dan gula tinggi karena dapat membuat anak lelah dan loyo. 

Untuk makan malam, usahakan separo dari porsi makanan yang diberikan berupa sayuran dan buah. Adapun yang seperempat berupa protein, dan seperempat lainnya berupa makanan berat seperti nasi atau roti. 

Makan malam yang sehat dapat membuat otak berfungsi lebih baik. Jika anak-anak kenyang saat makan malam, maka mereka akan dapat tidur nyenyak, dan anak membutuhkan sedikitnya delapan hingga sembilan jam agar tubuh mereka kembali siap ke sekolah keesokan harinya,” tandas Kraus.

***
Melihat Penyakit dari Mata

BANYAK hal terungkap dari mata. Tidak hanya perasaan, tanda-tanda penyakit jantung pun dapat terlihat dari mata. Dari mata, bisa diketahui ada atau tidaknya kerusakan berupa retinopathy. Penyakit mata yang dialami penderita diabetes inilah yang kemudian menunjukkan tanda-tanda kerusakan pada jantung.
Ini merupakan hasil penelitian tim Universitas Sydney dan Universitas Melbourne Australia, serta Universitas Nasional Singapura.  Dalam studi ini peneliti melibatkan tiga ribu orang yang sebagian besar menderita diabetes. Peneliti memotret retina mereka dan kemudian dilihat apakah retinopathy sudah mulai menyerang penglihatan mereka. Rekam medis mereka kemudian diteliti.

“Dalam 12 tahun, 353 partisipan atau 11,9 persen telah diserang penyakit jantung koroner yang dekat dengan kematian,” demikian bunyi laporan yang dipublikasikan di jurnal Heart. Tim yang dipimpin oleh Gerald Liew dari Universitas Sydney ini menyebut orang yang menderita retinopathy memiliki risiko dua kali lebih dekat dengan kematian akibat penyakit jantung. 

Mereka menemukan retinopathy meningkatkan risiko penyakit jantung seperti halnya diabetes. Selama ini, diabetes diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung yang memicu kematian di sejumlah negara industri dan negara berkembang. (Maratun Nashihah-13) 

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?