Kisah tentang penderita gula darah tinggi

Kisah tentang penderita gula darah tinggi -Suasana di ruang unit gawat darurat masih ramai, beberapa orang berseragam biru muda dengan tulisan “dokter jaga” di bagian dada terlihat sibuk berlalu lalang diikuti oleh para perawat.“Siapa keluarganya?” Tanya salah seorang dokter “Saya, Dok..” jawabku singkat

“Cuma kamu sendiri?” Tanya dokter itu heran, lalu melanjutkan, “ Oke ngga apa2.. Jadi, gangren ayah kamu sudah cukup parah, nanti kita coba rontgen dulu, kalau sudah sampai ke tulang, harus operasi besar, tapi kalau baru di bagian kulit, mungkin cuma pengangkatan jaringan mati, tapi perlu sekitar 2 kali operasi, pihak keluarganya sudah setuju untuk pelaksanaan operasi? Kalau iya, tolong di tandatangan surat persetujuannya malam ini”

* Malam itu,, seperti ada di dalam mimpi rasanya. Seumur hidup aku jarang pergi ke rumah sakit,jarang mengantar orang ke rumah sakit, dan belum pernah di rawat di rumah sakit, atau mengurus segala hal terkait perumahsakitan. Dan sekarang, pukul 2 pagi, berdiri sendiri, membuat keputusan sendiri, menandatangani surat operasi.. sungguh di luar rencana.. tapi bukankah Allah memang selalu punya rencana terbaik untuk hambaNya walaupun kadang terlihat di luar rencana? Kalau begitu bukankah tidak masalah di luar rencana kita asalkan masih rencanaNya?

Aku pergi ke bagian administrasi untuk mengurus administrasi masuk dan menanyakan besar biaya operasi untuk gangren,“Operasi kecil 7—10 juta, operasi besar, 13—20 juta.”Bagaimana seorang mahasiswa bisa membayar biaya operasi sebesar itu??Perjalanan Penuh Inspirasi di RSCM ini pun di mulai…

Pagi harinya di RSCM,Matahari bersinar seperti biasanya,Aku masih setengah sadar, apa yang semalam itu cuma mimpi? tapi kalau mimpi kenapa banyak orang sakit disini? Kenapa masih ada dokter jaga?
“Dik?” Sapa seorang dokter dengan ramah, “Hasil rontgen ayah kamu semalam bagus, tulangnya belum terinfeksi, jadi kita cuma akan operasi pengangkatan jaringan mati dan penanaman kulit. Operasinya baru bisa dimulai setelah gula darahnya stabil. Sekarang kita cek laboratorium dulu ya .” jelas dokter itu sambil menceklist kertas yang di pegangnya lalu memberikannya “ini saya kasih kemana Dok?” tanyaku bingung “Oh,bawa ke kasir ..”

Aku semakin bingung mendengar jawaban dokter itu. Lucu juga,kenapa tes laboratorium di kasir? Tapi kuputuskan saja untuk pergi mencari jawabannya sendiri. Sesampainya di kasir, ada beberapa orang yang membawa daftar seperti yang kubawa, aku paham, ternyata sistem di UGD adalah keluarga pasien sendiri yang mengambil peralatan lab ,kertas yang sudah di beri tanda lunas di kasir baru bisa di bawa untuk mengambil alat-alat lab, begitu juga dengan teknis pengambilan obat… dimana-mana… Money First !
Aku memberikan kertas daftar yang di berikan oleh dokter tadi ke petugas kasir,

“Seratus duapuluhlima ribu.”
Untuk cek darah dan urin saja seratus ribu lebih?? Gumamku dalam hati,khawatir dokternya menunggu lama, aku memberikan uangnya lalu pergi ke laboratorium.setiap habis cek laboratorium , dokter akan mengeluarkan kertas lagi untuk menebus obat. Daftar obat yang nama-namanya asing itu harganya lumayan mahal juga ternyata, untuk satu set resep obat bisa menghabiskan 70—200 ribu.Cek laboratorium itu dilakukan tiap beberapa jam, cek gula darah, kadar trombosit,leukosit, eritrosit, albumin, kolesterol, dkk.

Hampir setengah hari, menghabiskan waktu dengan bolah-balik dari UGD-Kasir-Laboratorium-UGD-Kasir-Apotek-UGD-Kasir-Kasir-Kasir, melewati pasien-pasien dengan penyakit beragam. Benar-benar seperti berada dibengkel-manusia, tanpa sekat, pasien-pasien itu tergeletak di ranjangnya, beberapa dokter melakukan operasi di ruang terbuka, berbagai macam orang dengan beragam keperluan mondar-mandir di ruangan itu, bau obat dan bunyi alat-alat elektrokardiograf tersebar di seluruh ruangan, tempat itu memang tempat berkumpulnya para pasien akut, yang membutuhkan pertolongan cepat, pemandangan disana sangat membuatku miris: ada pasien yang masih berdarah-darah akibat kecelakaan, seorang ibu yang badannya sudah sangat kurus dan mukanya pucat terbaring, dokter mendiagnosis terjadi pembengkakan di jantungnya, sekerumunan dokter mengelilingi pasien yang lebih parah, seorang wanita yang masih cukup muda, badannya sudah membengkak menjadi 4 kali ukuran badan wanita dewasa , dikelilingi 3 selang infus dan sebuah alat seperti balon plastik yang dipasang di mulutnya, nafas wanita itu tersengal-sengal, matanya setengah terbuka, sekilas aku mendengar penjelasan dokter, metabolisme pernafasan wanita itu mengalami gangguan sehingga ia tidak dapat mengeluarkan karbondioksida dalam tubuhnya yang membuat badannya membengkak…
Inspirasi 1:
Bersyukur.
Ada begitu banyak nikmat Allah yang seringnya tidak kita sadari,Bersyukur untuk alveolus kita yang masih berfungsi memetabolisme oksigen dan karbondioksida (Bayangkan akan membesar seperti apa tubuh kita jika gas-gas karbon itu tetap berada di dalam tubuh?), berysukur untuk jantung yang masih diizinkan berdenyut memompa darah (Terbayangkah bagaimana rasanya jika jantung kita bengkak?), juga untuk hati yang masih menetralisir racun, untuk sistem imun dan syaraf yang masih aktif, untuk ginjal yang masih bisa menyaring darah. ..
Bersyukur untuk semua kerja hebat komponen tak terlihat dalam tubuh yang Allah rancang untuk kita, semua komponen yang membuat kita masih bisa bernafas dengan lega, merasakan nikmatnya makanan, beraktifitas, dan tidur nyenyak … Bersyukur dengan menjaga kesehatan jasmani dan ruhani sejak muda !
Inspirasi 2:
Sedekah di waktu sehat
Seharian berhubungan dengan kasir rumah sakit sangat menguras biaya.Kalau hidup ini harus bayar seperti hitunga2an lab di rumah sakit, dalam sehari Allah udah kasih kita uang berapa puluh juta ya? Karena Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pemurah, maka semua itu dikasih cuma2, gratis, hanya saja Allah memerintahkan kita untuk bersedekah itupun Allah kasih ganjaran lagi kalau kita mau bersedekah, dalam QS Al Baaqarah:261
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”
Kalau dianalogikan, seandainya kita sedekah 100.000, dilipatgandakan 700x hasilnya 70.000.000. Bisa jadi suatu saat/ di masa tua nanti harusnya kita sakit yang menghabiskan uang 70 juta, penyakit itu dicegah oleh Allajh karena uang yang kita sedekahkan.. Nah, daripada uangnya habis di kasir rumah sakit, mendingan buat membantu sesama dengan bersedekah sebelum sakit..
RSCM 2: Manfaat Jaket UI
Alhamdulillah operasi berjalan lancar , karena belum mendapat ruang rawat inap, ayah kembali di bawa ke UGD. Dokter Habib,salah satu dokter jaga di unit gawat darurat yang merawat ayah termasuk dokter yang baik, beliau selalu menyapa keluarga pasien jika bertemu di lorong rumah sakit dengan ramah, beliau juga tidak segan meluangkan waktunya jika ada keluarga pasien yang ingin berkonsultasi.
Walaupun setelah operasi tidak ada lagi cek laboratorium, tapi biaya pengobatannya menjadi semakin mahal karena harus debridement (istilah untuk perawatan setelah operasi), dan suntik insulin setiap beberapa jam.
Tepat hari ke 2 pasca operasi, aku kehabisan uang.
Sore itu , dokter Erlangga, dokter jaga pengganti dokter Habib,memberikan kertas resep obat untuk di tebus.Uang yang kubawa tinggal beberapa puluh ribu, tidak cukup untuk menebus obat itu, tapi obatnya harus diambil hari ini juga, karena besok pagi akan dipakai dokter bedah saat ganti perban.
Aku mengambil kertas resep yang diberikan dokter Erlangga dan berjalan menuju kasir. Mungkin aku bisa minta penjaga kasir untuk memberikan obatnya terlebih dahulu dan membayarnya jam 10 nanti (Entah jam 10 nanti malam, jam 10 nanti besok, jam 10 tahun depan, atau jam 10 nanti kalau udah nikah)
Tiba-tiba,
“De, kuliah di UI ya?”Tanya seorang ibu2 perawat yang kebetulan lewat sambil melihat ke arah tulisan ‘Universitas Indonesia’yang tertera di jaket yang ku pakai.
“Iya, Bu..”
“Sini, masuk..” Ajak beliau ke ruangannya. Kami hanya mengobrol sebentar. Ibu perawat itu kemudian menandatangani resep yang diberikan oleh dokter Erlangga.
“Ini langsung dibawa ke apotek aja.”
Aku mengikuti saran ibu2 perawat itu ,baru tahu ternyata ada sistem reimburse di rscm, caranya adalah dengan meminta tanda tangan perawat di kertas resep obat
Sesampainya di apotek,
“Mba, saya mau ambil obat. Ini resepnya, ” ujarku pada salah seorang penjaga apotek sambil menyerahkan resep yang sudah di tandatangan
“Mahasiswa FK-UI ya kak?” Tanya penjaga apotek itu
“Oh, bukan, saya kuliah di UI, tapi bukan di FK..”
Agak heran kenapa UI begitu spesial, Mungkin paradigma di luar sana, kuliah di UI mahal, ngga seberapa kalau dibanding biaya rumah sakit.
Alhamdulillah ,sore itu aku berhasil mendapatkan obat-obat yang dibutuhkan.
Inspirasi 3:
Optimis
Kalau Kau harus menangani banyak masalah , kau bisa memilih untuk tenggelam atau berenang.”- Tom Cruise
Jangan pernah menyerah, Allah bersamamu, tidak ada jalan buntu ! Manfaatkan saja seluruh potensi yang kau miliki, kadang uang bukan segalanya.
*dan., Jangan lupa pake jaket yang ada tulisan UI-nya saat pergi ke rumah sakit 

Hari ketiga pasca operasi,
Aku sudah mulai terbiasa dengan hiruk pikuk rumah sakit, dari mulai terbit matahari sampai terbit bintang. Dengan tips yang diajarkan ibu2 perawat itu, aku bisa sedikit berhemat,paling tidak sampai ayah belum keluar dari rscm. Seharian itu aku hanya menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan ayah, sambil kadang-kadang berburu tanda-tangan perawat saat ada dokter yang minta di ambilkan obat,atau sekedar mengamati dokter-dokter dan perawat yang sedang bekerja.
Dari sekelompok dokter yang ku amati, ada satu yang berbeda, Dokter Erlangga, secara berkala beliau mengunjungi satu persatu pasien yang ada di ruang UGD, menyapa mereka dengan ramah sambil menanyakan kondisinya kemudian mencatat beberapa hal di buku catatannya. Aku juga sempat melihat ketika beliau menyalami keluarga pasien yang akan dipindah ruangan sambil berkata ramah, “Mohon maaf ya, saya hanya bisa bantu sedikit, Semoga ibunya cepat diberi kembuhan, ya!” Saat berkumpul di meja dokter, beliau juga tidak ikut nimbrung mengeluhkan pasien2 seperti yang dilakukan beberapa dokter lain..
Inspirasi 4:
Bermakna
Fungsi terpenting pendidikan pada tingkat manapun adalah mengembangkan kepribadian manusia dan makna kehidupannya bagi dirinya dan bagi orang lain. – Grayson Kirk
Mereka sama-sama belajar ilmu kedokteran, sama-sama bergelar dokter, sama-sama berprofesi sebagai dokter, tapi menjadi berbeda ketika mereka memilh untuk sekedar menjalani pekerjaan sebagai seorang dokter atau menjadikan kehadirannya sebagai seorang dokter bermakna untuk orang lain. Tidak peduli berapa IP dokter itu ketika kuliah,karena dalam hidup,tidak akan ada lagi orang yang menilai kita dari apa yang kita tulis, dari banyaknya teori yang dihafal di kepala, tapi dari tindakan yang kita lakukan…
“ Kita tak akan pernah tau kemungkinan berartinya setiap tindakan kita bagi orang lain. Senyummu yang tulus dan tepukan di bahu mungkin bisa menarik seseorang dari tepi jurang.” -David Coleman & Carmelia Eliot
RSCM 3: Mukzizat jam 12 Malam
Seorang dokter wanita menghampiriku,
“De, ayahnya kan sudah hampir 4 hari di ugd, sekarang operasinya sudah selesai, kegawatannya juga sudah kita tangani, jadi mau ngga mau besok harus sudah pindah” ujar dokter wanita itu agak ketus.
Dokter Erlangga bangkit dari meja kerjanya dan menghampiri kami,
“Oh iya, nanti saya buatkan surat rujukannya ke P3RN ya”
Siang itu ,petualangan mencari ruang rawat inap di mulai,tapi hasilnya nihil, dari 3 rumah sakit swasta yang di rujuk, kamar inapnya penuh.
Sebegitu banyakkah orang sakit di Indonesia?
Sore harinya aku kembali ke UGD, ku lihat dokter erlangga masih sibuk menangani pasien. Subanallah para dokter-dokter hebat itu, padahal mereka belum tidur sejak semalam. Karena takut mengganggu , aku mengurungkan niat untuk menghampiri beliau dan memutuskan untuk duduk di bangku tunggu pasien.
“Eh, kamu tadi minta surat rujukan ke P3RN ya? Bagaimana kamar rawat inapnya? Sudah ada?” tiba-tiba dokter erlangga sudah ada di hadapanku. Subhanallah,di tengah kesibukannya ternyata beliau masih ingat kalau tadi sudah janji untuk membuatkan surat rujukan,
“Iya dok, tadi sudah dicoba ke 3 Rumah sakit, tapi ternyata di sana ruang rawat inapnya penuh,” Ujarku sambil memberikan surat keterangan dari rumah sakit yang bersangkutan.
“Mm… Coba kamu ke P3RN lagi, siapa tau ada kamar rawat di RSCM yang kosong, ini surat rujukan dari Saya,..”
“Tapi ini kan hari sabtu , Dok?”
“Oh.. ngga apa2.. di coba aja dulu.” Jawab beliau sambil tersenyum
Di P3RN
“De, ini kan hari sabtu ! ade mau kesini sabtu pagi, sabtu sore, sabtu malem, atau besok pagi sama aja. Karena hari sabtu-minggu dokter ngga diizinin mulangin pasien, jadi kamar rawat inapnya pasti masih penuh !”
Ibu-ibu pengurus P3RN itu ternyata galak juga.. mungkin beliau sedang sangat lelah, pikirku
Seorang ibu di sebelahnya melihat bagian notes yang di tulis dokter Erlangga di surat rujukan itu kemudian menimpali, “Oh.. kamu udah minta dari 3 hari lalu ya? Nanti begitu ada kamar saya langsung kabari ya!” ujar ibu kedua dengan senyum..
Inspirasi 5:
Belajar dari 'Anugerah Buruk'
Kehidupan selalu saja diisi dengan dua hal, positif dan negatif, kebaikan dan keburukan, orang baik dan orang yang kurang baik, kejadian yang menyenangkan-dan kejadian yang tidak menyenangkan, itu sudah sunatullah.Bahkan kita masih bisa hidup karena ion-ion di dalam darah kita bermuatan positif dan negatif, sehingga akhirnya katup jantung bisa terbuka, darah bisa mengalir, dan kita bisa hidup..
Jika jantung kita bisa memanfaatkan ion negatif untuk mengalirkan energi kehidupan , mengapa kita tidak mencontohnya?
“Bukalah mata lebar-lebar untuk hal-hal buruk yang kau alami. Terkadang, keadaan buruk adalah anugerah yang dapat mengajarkanmu sesuatu yang bernilai, menjadi salah satu pelajaran terbaik yang beruntung bisa kau pelajari ,bahkan mengubah hidupmu.” -Kent Nerburn
Jam setengah 12 malam di ruang UGD..
Suasana di ruangan itu mulai sepi.. walaupun masih ada beberapa dokter jaga dan perawat yang duduk di dalam ruangan. Aku duduk di sebuah kursi tepat di sebelah ayah, Untuk beberapa lama mengamati keadaan di ruangan itu, mengamati pasien-pasien yang terbaring lemah di atas ranjang, mengamati dokter-dokter jaga yang sedang sibuk merekap beberapa kertas di meja kerjanya sambil kadang berdiskusi, mengamati keluarga pasien yang tertidur di bangku tunggu yang berderet.Karena sudah tidak ada dokter yang minta di ambilkan obat atau alat untuk cek darah,aku memutuskan untuk pergi ke mushala. Ternyata mushala RSCM di tutup diatas jam 11 malam, sehingga akhirnya aku memilih pergi ke Masjid ARH yang letaknya tidak begitu jauh dari RSCM, untungnya tidak ada BMS di FK...
Di Masjid yang lengang dan gelap
Dengan badan yang berontak minta diistirahatkan, dan pikiran yang penuh dengan angka-angka biaya operasi, obat, cek laboratorium, insulin, bagaimana membayar semuanya? besok ayah sudah harus pindah.. tapi kamar rawat inapnya juga belum ada , bagaimana untuk operasi selanjutnya?bagaimana untuk perawatannya?
Sangat lelah, membayangkan bisa pulang ke asrama, tertidur lelap , bangun di pagi hari dan melihat semuanya sudah baik-baik saja….
Kenapa soal kali ini begitu sulit untuk di kerjakan? Kenapa semuanya jadi terlihat rumit?
Tiba-tiba aku teringat nasihat seorang sahabat , salah seorang muslimah tangguh yang pernah kukenal. Nasihat yang ia berikan beberapa hari sebelum hari ayah di bawa ke rumah sakit itu benar2 kembali menyadarkanku..
Saat kau sedang menghadapi masalah besar, ingatkan dirimu untuk selalu kuat sedikit..
Kau boleh saja mengangis, tapi nanti setelah masalahnya selesai. Pastikan saat kau menangis, kau menangis dalam keadaan Menang Dyf !
Menang, saat akhirnya kau berhasil menyelesaikan satu per satu episode kesulitan ini dengan baik.
Apakah kau tega membiarkan ayahmu terbaring sakit tanpa berbuat apa-apa?
Apa yang kau pelajari sampai semester 5 di UI??
Apakah kau masih ingat, ketika kau masih kecil, orang tuamu selalu memberikan apa yang kau mau. Buku cerita, baju baru, mainan, mengantarkanmu ke sekolah, merawatmu saat sakit, membelikan apa yang kau minta, tanpa perlu kau tau apakah saat itu mereka sedang ada uang atau tidak.. Sekarang gantian kamu yang harus melakukannya untuk mereka dyf, jangan perlihatkan kekhawatiranmu, cukup tunjukkan di hadapan mereka bahwa kau bisa mengurus semuanya dengan baik.
Allah sudah berjanji dalam Al Qur’an bahwa Dia Pasti dan Selalu akan menolong hamba2Nya..
Apakah Al-Qur’an sudah tidak mampu menguatkanmu ?
Apakah Al-Qur’an sudah tidak mampu menenangkan hatimu, Saudariku??
Jika hatimu terlalu resah, bacalah Al Qur’an
Karena di sana, selalu ada jawabannya…
Aku mengambil mushaf yang ada di dalam tasku dan membukanya secara acak, sampai tiba di suatu surat yang membuatku terdiam beberapa saat…
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS.At Thalaq:2)
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan (yang dikehendakiNya). Sesungguhnya Allah mengadakan ketentuan untuk segala sesuatu.” (QS.At Thalaq:3)
“…Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah , niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS.At Thalaq:4)
Takwa-Tawakal-Takwa ? itukah keyword untuk menjawab soal ini? Atau itu justru jawabannya?
Jam 12 lewat 10 menit
Handphoneku berdering. Sebuah nomor tak di kenal. Siapa yang telfon tengah malam begini?
“Assalamu’alaikum?”
“Wa’alaikumussalam, Dyna, ini ayah. Alhamdulillah kamar rawat inapnya sudah ada, tapi harus di urus malam ini juga, Dyna tolong ke UGD ya.”
“Iya, Yah, Dyna kesana sekarang”
Ayah kan lagi ngga bawa hp? Kamar rawat inap? Hari sabtu ? tengah malam?Bagaimana bisa??
Tiba-tiba semua rasa lelah itu hilang seketika. Tanpa berfikir panjang aku kembali menuju RSCM. Jalan pintas yang menghubungkan FKUI dengan RSCM ditutup pada malam hari, sehingga harus lewat trotoar. Hampir setengah satu pagi, Aku berjalan sambil menghirup udara segar pagi itu dan mengamati beberapa pohon besar yang ada di pinggir jalan..
Inspirasi 6:
Keikhlasan.
Ya, pohon-pohon yang ada di pinggir jalan itu telah mengajarkanku tentang keikhlasan. Hampir setiap hari jalan besar itu dilewati ratusan kendaraan. Terbayang berapa banyak karbon monoksida,timbal dan kawan-kawannya di lepas ke udara. Tapi setiap pagi udara kembali segar.
Ya, dalam diam pohon-pohon itu telah melakukan kerja hebat.
Keikhlasan sebuah pohon. Tak pedulikan apakah ada yang tau atau tidak saat kau mengubah semua racun yang ada menjadi kesegaran…
Sesampainya di UGD, aku langsung menghampiri ayah,
“Ayah, gimana ceritanya bisa ada ruang rawat inap?”
“Pertolongan Allah. Tadi jam setengah 12 waktu dyna pergi ke mushala. Tiba-tiba dari P3RN datang ke sini, ngasih tau kalau ada kamar kosong. Nah, dokter Erlangga langsung minta kamarnya di kunci dulu sampai besok pagi, tapi dokter perempuan itu bilang kalau ngga ada keluarganya nanti dikasih ke pasien lain. Akhirnya ayah minta tolong panggilin cleaning service buat nyari kamu. Dipanggilin sama dokter Erlangga 2 orang, Setengah jam mereka keliling ke semua mushala di rscm katanya ngga ketemu, Alhamdulillah cleaning service yang satu tiba-tiba ada ide ke bagian administrasi buat nanya nomor keluarga yang bisa dihubungi”
Subhanallah… Allah benar-benar telah menskenario semuanya,bahkan dengan sangat unik!
Aku menghampiri dokter Erlanga untuk mengucapkan terimakasih..
RSCM 4: Resep Dokter
Dengan bahasa isyarat, dokter Erlangga memintaku untuk mengikutinya ke luar ruangan.
“Jadi tadi malam baru ada yang meninggal dunia,jangan bilang2 ayah kamu ya? Sekarang kamarnya sedang dirapihkan.”
“Iya Dok, ngga apa2.. terimakasih banyak atas bantuan dokter untuk saya dan ayah selama di UGD..”
Lalu tiba-tiba dokter itu bertanya,
“Kalau boleh saya tau, dimana tempat yang paling membuat kamu senang waktu kecil?”
“Waktu kecil?”aku mengulanginya.”Sepertinya sih di pantai. Kami sekeluarga biasanya menikmati liburan ke pantai saat hari libur sekolah atau libur hari raya.Ada apa Dok?”
“Saya rasa kamu butuh liburan. Kalau kamu mau Ikuti saran saya, pergilah untuk berlibur beberapa hari, kalaupun tidak ke pantai pergilah ke tempat yang membuat kamu merasa senang. Jangan khawatir, ayah kamu insya allah aman di sini. Perawatan di ruang rawat inap rscm cukup kondusif. Sudah ada dokter dan perawat penanggung jawab untuk setiap pasien, jadi kamu ngga usah takut , obat dan semua cek laboratorium diurus langsung oleh perawat. Operasi kedua insya allah masih sekitar 2 minggu lagi..”
Hari minggu pagi ayah dipindahkan ke rscm, dokter Erlangga mengenalkanku pada dokter Hendra, dokter penanggung jawab ayah di rawat inap dan seorang perawat kepala yang sudah senior.
Dokter Hendra termasuk dokter yang rajin dan telaten. Jika membutuhkan alat-alat ,beliau lebih suka mengambilnya sendiri ketimbang meminta tolong perawat. Beliau juga tidak segan-segan mengerjakan pekerjaan perawat, membantu para dokter ko-ass,atau sekedar mengajariku cara menggunakan suntik insulin subkutan .
Setiap jam 6 pagi dokter Hendra sudah datang dalam kondisi rapih dan menyapa pasien2nya.
“Bagaimana kabarnya hari ini, Pak? Apa yang dirasakan semalam? Bekas operasinya masih suka sakit ngga?” pertanyaan yang hampir diulang2 setiap pagi hari dan beliau selalu mencatat jawabannya..
Inspirasi 7:
Sepertinya ide bagus untuk bikin catatan seperti itu juga, menayakan bagaimana Kabar fisik, kognitif, dan ruhiyah pada diri sendiri. menanyakan apakah ada yang terasa kurang? Lalu mengevaluasinya setiap hari agar jangan sampai ada yang sakit : )Selama seminggu aku masih tinggal di rscm untuk memastikan kondisi ruang rawat, dan seperti yang pernah dikatakatan dokter Erlangga, ruang rawat inap di rscm memang cukup kondusif..

Selain dokter dan perawat yang profesional. Ruang rawat inap yang terletak di lantai 7 itu cukup besar dan bersih. Dengan dua buah jendela disisi tempat tidur, memungkinkan pertukaran udara dan pemandangan yang bagus. Sehari 3 kali cleaning service datang untuk menyapu dan mengepel ruangan serta membersihkan kamar mandi, setiap 2 hari sekali ada petugas khusus yang membantu pasien untuk mengganti seprei dan selimut. 

Perawat biasanya datang 15 menit sebelum waktu makan untuk memberi suntik insulin. Walaupun masih bau obat, tapi setidaknya kondisi di sini jauh lebih tenang dibanding di UGD.Seminggu sebelum operasi kedua akhirnya aku memutuskan untuk melaksanakan saran dokter Erlangga.Pantai Pangadaran. terakhir kali kami sekeluarga berlibur bersama ke sana seingatku waktu aku masih berumur 8 tahun. Dan ini adalah untuk pertama kalinya aku pergi ke sana sendiri setelah 12 tahun..

Pantai Pangandaran
Untuk waktu yang lama, aku berdiri disitu. Dari kejauhan kudengar gumam ombak melebur saat air mulai surut.Langit barat sudah berwarna merah,berkas cahaya matahari nyaris mendatar. Suara ombak tinggal seperti bisikan yang berirama Waktuku di pantai sudah hampir usai.Sekarang aku paham apa maksud di balik resep dokter itu,Untuk menenangkan pikiran yang resah, kita perlu menggeser fokus dari masalah di dalam ke hal-hal yang ada di luar. Berusaha menjangkau ke belakang, mengingat kembali apa yang membuat kita pernah merasa bahagia.

Berhenti sejenak untuk kembali mengkaji motif dari tindakan yang kita lakukan, Berhenti sejenak untuk mengisi pikiran dengan ketenangan,Dengan melihat hal-hal yang jauh lebih besar di luar sana ternyata menimbulkan rasa lega.

Segenggam kesabaran,
Kita tidak bisa memerintahkan air pasang agar segera berlalu. Lautan mengajarkan betapa segala sesuatu saling bergantungan secara misterius: angin, air pasang, ombak, badai, ketenangan, semuanya saling bergabung menciptakan sebuah pemandangan yang sangat indah, tidak hanya indah, tapi juga menjadi petunjuk untuk burung yang terbang di angkasa dan ikan yang berenang di laut…
Keesokan harinya aku kembali ke Rumah Sakit dengan lebih siap untuk menghadapi kemungkinan buruk yang bisa terjadi..

Alhamdulillah operasi kedua berjalan lancar. Dokter Hendra memberitahu kalau ayah boleh pulang jum’at pekan ini jika bekas operasinya sudah mulai mengering..Hari jum’at pagi Antara senang dan bingung, senang karena ayah sudah sembuh, bingung karena uang yang ku bawa hari itu mungkin tidak cukup untuk menutupi 2 kali biaya operasi, biaya rawat inap, dan semua obat-obatan yang jika di total mungkin sampai beberapa puluh juta..

Tapi Aku sudah siap dengan semua konsekuensi buruk yang mungkin terjadi, seburuk-buruknya sepertinya tidak mungkin juga kalau sampai di penjara..Pagi itu kebetulan aku berpapasan dengan dokter Hendra, beliau memanggilku untuk ikut ke ruangannya. Di ruangannya, beliau memperlihatkan foto ayah saat dioperasi,lumayan mengerikan. Dokter Hendra juga memberitahu makanan apa saja yang sebaiknya di makan dan dihindari agar ayah tidak sakit lagi.

“Ayahnya mau pulang hari ini kan?” Tanya beliau
“Iya Dokter..”“Oya kamu ngga perlu khawatir,Semua biaya operasi, obat, dan biaya administrasi lainnya sudah ada yang mengurus.Jaga ayah kamu baik-baik ya!” Ujar beliau sambil tersenyum
Hasbiyallah, laa ilaa ha illaa huwa ‘alaihi tawakaltu, Wa huwa Robbul arsyil ‘adzim …
(QS. At Taubah:129)
Selesai.

Ya, tiba-tiba saja semuanya selesai!
Hari Jum’at siang. Dalam kondisi yang sama saat berangkat dan pulang : gerimis…
Fabiayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan..Inspirasi 9:Iman kepada takdir mempertemukan kita pada dua kutub ekstrim dalam diri kita. Kepasrahan dan optimisme. Akhir dari upaya terbaik kita adalah kepasrahan, ujung dari kelemahan kita adalah optimisme. –Ust,Anis Mata,Allah hanya ingin melihat usahamu,
Setelah berusaha , jangan risaukan hal-hal yang memang tidak bisa di handle, karena DIA yang akan menghandlenya disaat-saat paling tepat…
Seperti permainan Mario bros, alur perjalanannya sudah ditentukan di awal permainan,kau hanya perlu berjalan dan terus berjalan , menerobos semua rintangan dengan baik, melihat bahwa saat kau tidak menyerah pada masalah, masalah yang akan menyerah padamu, sampai di titik akhir, sampai akhirnya kau Menang…
Saat soal yang diberikan adalah ‘Biaya operasi Rumah Sakit’, jawabannya bukan Bagaimana mencari uang 10 juta, 20 juta, 30 juta dalam tempo sesingkat mungkin. Karena soal matematika langit berbeda dengan matematika bumi..
Saat kau menjawab soal itu dengan Optimis-Ikhlas-Sabar-Syukur-Takwa-Tawakal-Takwa, permasalahan itu selesai dengan begitu saja..
Ya, karena itulah kunci jawabannya..
Ya, Karena Allah hanya ingin melihat kau belajar,
Belajar bersyukur, belajar ikhlas, belajar kuat, belajar sabar, belajar optimis,belajar tawakal..
Belajar dari para dokter itu,jika nanti kau bekerja , jangan jadikan pekerjaan itu untuk sekedar menjalani profesi dan mendapat uang. Bekerja adalah untuk menjadikan kehadiranmu bisa bermakna bagi yang lain..
Belajar dari para pasien itu, yang rintihan sakitnya di malam hari saja sudah membuatmu takut ketika mendengarnya, bagaimana dengan rintihan orang yang disiksa di dalam kubur?
Belajar dengan melihat sendiri orang-orang yang meninggal dunia setiap hari, bahwa sekaya apapun , sekuat apapun, manusia itu lemah, dan suatu saat akan menemui ajalnya tanpa membawa apapun kecuali amal ..
Belajar untuk tidak saja melihat pada realita yang nyata, tapi Allah juga sedang mengajakmu berpikir dengan caraNya..
Sungguh semua skenarioNya adalah kebaikan.
“Maka ambilah kejadian itu untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai p/andangan.”-QS. Al Hasyr:2
Semoga cerita ini bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi kebaikan.
Satu pesan terakhir dari ayah ketika di rscm,
“Di dunia ini ada begitu banyak orang yang mau menebarkan kebaikan. Maka selalu ingatlah, ketika kamu berbuat baik, sebenarnya kamu sedang berbuat baik untuk dirimu sendiri.Karena kalaupun kamu tidak melakukan hal yang baik, akan selalu ada orang yang mengerjakan kebaikan itu . Begitupun jika nantinya kamu berdakwah, jangan pernah berfikir bahwa kamu sedang berdakwah untuk orang lain,tapi berfikirlah bahwa itu untuk dirimu sendiri, karena jika Allah mau Allah bisa saja memberikan hidayah kepada orang itu tanpa harus melalui perantara..”
“Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhirat..” (QS. Ath-Thalaq:2)
randhy willyam aja

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?