Menu sahur agar kadar gula darah seimbang

Menu sahur agar kadar gula darah seimbang -Selama puasa Ramadan, menu makanan ada baiknya sama dengan menu sarapan. Sarapan yang sehat itu sarapan "ala raja" alias secukupnya (sedikit). Khusus untuk sahur, menu serba manis dikurangi, sebab makanan yang manis mudah membuat kita lapar. Berikut tips berpuasa sehat, yang diramu dari berbagai sumber.

Upayakan kita mengonsumsi lebih banyak menu karbo majemuk, seperti ubi, singkong, oatmeal, sereal, beras merah, dan kacang-kacangan. Juga makanan banyak serat (fiber), bukan bergula tinggi. Gula berlebih akan menguras lebih banyak air seni.

Saat berbuka, sebaliknya menunya perlu mengandung gula, agar langsung bisa diserap tubuh. Gula yang baik berasal dari gula buah dan gula berasal dari alam, seperti madu, karena lebih menyehatkan. Pilihlah buah kurma dan madu sebagai pembuka. 

Selama berpuasa, kadar gula dalam darah menjelang buka umumnya sudah rendah, sehingga perlu dipasok gula yang cepat diserap untuk menormalkan kembali kadar gula darah.

Selain itu, jangan lupa asupan cairan. Cukup minum waktu sahur, dan lebih banyak minum sehabis berbuka, akan lebih baik bagi tubuh. 

Kita musti memerhatikan tanda-tanda tubuh kekurangan cairan, yakni jarang berkemih (kencing), urine kental berwarna kuning, kulit kering tak berpeluh (tak berkeringat), dan mungkin ada keluhan pusing. Sepanjang malam sesudah berbuka perlu asupan cairan dengan meminum air minum, selain jus buah-buahan.

Info Tambahan penting :
Masyarakat diharapkan berhati-hati mengkonsumsi minuman berenergi karena jika seseorang memiliki penyakit tertentu atau meminum berlebihan dapat mengakibatkan kematian, kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sampurno. 

Ketika diminta tanggapannya, di Jakarta, Selasa, berkenaan pelarangan sebuah produk minuman berenergi di Malaysia karena menimbulkan korban jiwa, Sampurno mengatakan, minuman bernergi yang beredar Indonesia dinyatakan aman bagi kesehatan asalkan memiliki izin operasional dan edar dari BPOM. 

Kendati demikian, katanya, aman diminum harus sesuai petunjuk pemakaian, seperti harus diminum orang sehat (tidak memiliki penyakit gula, jantung dan kanker), diminum sesudah makan dan paling banyak sehari tiga botol, serta tidak boleh dicampur dengan jenis minuman beralkohol. 

Karena itu, jika konsumen mengkonsumsi minuman berenergi melanggar ketentuan tersebut dan akhirnya meninggal dunia, maka pihak produsen minuman tidak dapat disalahkan, karena konsumen tidak mematuhi petunjuk dan komposisinya. 

Jika ada konsumen yang sensitif terhadap kafein seperti penderita gula, hipertensi dan jantung, jika sehabis bekerja keras, berolahraga, terlalu banyak mengkonsumsi minuman berenergi, seperti Kratingdaeng, maka akan mengakibatkan sakit nyeri lambung dan bahkan bisa meninggal, katanya. 

Sebelumnya, harian Malaysia, The Star, memuat berita Pemerintah Malaysia melarang beredarnya dua jenis minuman berenergi Red Bull (yang di Indonesia dikenal dengan Kratingdaeng), menyusul tewasnya tiga warga Swedia akibat mengkonsumsi minuman berenergi tersebut. 

Menurut Sampurno, minuman berenergi Kratingdaeng telah diproduksi di Indonesia mulai 1990-an dengan komposisi protein, karbohidrat, vitamin dan kafein sebanyak 50 mg. 

Kafein sebanyak 50 mg itu sama dengan satu gelas kopi, sehingga seseorang hanya dibolehkan mengkonsumsi minuman berenergi itu paling banyak tiga botol sehari, sehingga aman bagi kesehatan. 

Karena itu, jika dalam label botol minuman itu, belum dicantumkan peringatan keras bagi penderita penyakit gula, darah tinggi dan jantung, meminum lebih dari 3 botol, maka BPOM akan meminta pemberian peringatan kepada produsen minuman berenergi. 

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?