Alat ukur gula darah palsu sangat berbahaya

Alat ukur gula darah palsu sangat berbahaya -Pasien diabetes yang menggunakan alat pengukur gula darah harus lebih teliti saat membeli alat tes tersebut, karena keakuratan pengukur gula darah sangat penting bagi penderita diabetes, kata Kepala Bagian Patologi Klinik dari Rumah Sakit Dharmais-Jakarta, Dr. Agus S. Kosasih, SpPK.

Alat ukur yang tidak akurat dapat memunculkan hasil yang seolah-olah tinggi atau pun rendah, padahal tata laksana yang salah dapat menyebabkan pasien terserang hiperglikemia atau pun hipoglikemia, bahkan menimbulkan komplikasi pada pasien, ujar Agus pada edukasi media mengenai tes gula darah mandiri, Jakarta, Selasa.

"Maka penting bagi pasien untuk memperhatikan kualitas glukosa meter yang akan dibeli," kata Agus,

Agus mengemukakan bahwa faktor kualitas glukosa meter meliputi tingkat akurasi alat, kualitas strip tes, serta kemampuan alat dalam menyesuaikan pada kondisi hematokit atau jumlah sel darah merah dalam darah pasien.

"Sebab tiap alat memiliki kemampuan yang berbeda untuk menyesuaikan kegunaan dengan kondisi hematokit pasien yang ekstrim, seperti anemia atau dehidrasi berat," kata dia.

Agus menambahkan, alat ukur gula darah yang berkualitas seharusnya dapat menghindari gangguan saat pembacaan kadar glukosa, meskipun adanya zat lain yang terkandung dalam darah.

Selain itu, glukosa meter berkualitas juga harus mampu beradaptasi jika melakukan tes pada ketinggian tertentu dan tahan terhadap gangguan suhu serta kelembapan udara.

"Yang tidak kalah penting adalah pengguna harus mengerti prosedur penggunaan dan perawatan alat, agar hasil tes gula darah tetap akurat," kata Agus.

Untuk para penderita diabetes, tidak ada alat lain yang dirasa akurat menghitung kadar gula dalam darah selain alat pengukur kadar gula yang menggunakan tetesan darah. Tentu saja cara ini dirasa tidak nyaman, apalagi bagi mereka yang harus mengecek kadar gula darah namun tidak mengidap penyakit diabetes.

Para dokter dan ilmuwan di seluruh dunia telah berusaha keras untuk mencari alternatif yang lebih nyaman digunakan. Saat ini, telah ditemukan alat pengukur kadar gula darah yang tak menggunakan darah, melainkan air mata. Peneliti dari University of Michigan menggunakan sensor pada alat pengukur tersebut untuk mendeteksi kadar larutan gula atau glukosa dalam air mata.

Pengujian kepada 12 kelinci menemukan bahwa tingkat kadar glukosa dalam air mata berkolerasi dengan tingkat kadar glukosa dalam darah. Hal ini menjadi titik acuan para peneliti untuk menemukan alat pengukur kadar gula dalam darah tanpa menggunakan darah.
Asosiasi Diabetes di Amerika meperhitungkan kira-kira 25,8 juta orang di Amerika mengidap penyakit diabetes namun 7 juta orang diantaranya belum terdiagnosa. Menurut Dr. George Grunberger dari The American Association of Clinical Endocrinologis, banyak masyarakat yang memantau kadar glukosa melalui kulit mereka dan melalui daun telinga mereka. Ada juga mesin yang ditarik dari peredaran karena tidak dapat diandalkan dan reproduktivitas yang kurang mumpuni.

Para penderita diabetes memiliki kadar glukosa yang tinggi dalam darah mereka. Hal ini bisa karena pankreas mereka yang berhenti memproduksi hormon insulin yang mengatur gula darah atau bisa karena sel tubuh mereka yang menjadi kebal akan insulin itu sendiri sehingga proses penyerapan gula dalam darah menjadi terganggu.

Intensitas pengujian darah yang dilakukan oleh pasien bersifat subjektif atau tergantung kemauan sang penderita. " Dua kali, tiga kali bahkan 10 kali dalam 1 hari. Seringnya pengujian ini karena memang selalu berubahnya kadar glukosa dalam darah seseorang dalam 1 hari" menurut Grunberger.

Peneliti dari University of Michigan bukanlah yang pertama menemukan alternatif dari alat pengukur kadar gula darah ini. Jeffrey LaBelle seorang biomedis dari Arizona State University bekerjasama dengan peneliti dari The Mayo Clinic menemukan teknologi pengamat kadar glukosa dalam air mata. Dengan menyentuhkan sensor selama 5 detik ke sklera (bagian putih) mata anda alat tersebut akan mengukur kadar gula darah anda.

Menggunakan air mata dalam mengukur kadar gula adalah cara yang cukup nyaman. Menurut LaBelle ide penggunaan air mata ini sudah terkuak dari tahun 1937 namun kendala teknislah yang membatasi penelitian ini.

"Tingkat glukosa dalam air mata ditemukan 30-50 kali lebih rendah dari kadar yang ditemukan dalam darah", menurut peneliti. Dari permasalahan tersebut peneliti dituntut untuk menemukan alat yang sensitif dan akurat. 

Penguapan, kadar glukosa yang berbeda jauh dari air mata dan darah, kuantitas darah yang lebih banyak daripada air mata dan proses yang digunakan untuk memperoleh air mata adalah beberapa plus-minus dari alat ini. Selain itu stres ternyata memengaruhi kadar glukosa dalam air mata, menurut LaBelle.

Peneliti meningkatkan ketepatan ukur dari alat penguji kadar glukosa air mata ini menggunakan kelinci, dan diharapkan pengujian ini semakin akurat. Sebenarnya alat pengukur glukosa dalam darah saat ini membutuhkan kuantitas darah yang lebih sedikit dibandingkan alat-alat yang terdahulu. Menurut Grunberger, akurasi adalah yang dicari-cari dokter selama ini dalam menangani pasien diabetes.

"Sudah semua kami lakukan, semua standar telah kami sesuaikan dengan prosedur pengukuran glukosa" menurut Mich, direktur dari Grunberger Diabetes Institute di Bloomfield Hills. Sampai-sampai alat pengukur glukosa yang ditanam dalam kulit tidak diakui oleh FDA untuk menggantikan pengukuran menggunakan darah karena dianggap kurang akurat, tambah Grunberger.

Walaupun sudah dibuktikan pada hewan bahwa kadar glukosa dalam air mata mempunyai kolerasi dengan kadar glukosa dalam darah, namun ditemukan bahwa tingkat kolerasi ini berbeda tiap individu. Dengan begitu, pengujian menggunakan darah sampai saat ini masih merupakan cara yang paling akurat dalam menentukan kadar gula dalam darah.

Menurut Grunberger, korelasi yang ditemukan oleh peneliti dari Universitas Michigan merupakan prospek yang cerah. Diharapkan penelitian yang lebih lanjut akan meningkatkan akurasi dari alat penguji kadar glukosa dalam air mata.

Anda Butuh Solusi Diabet dan Gula Darah ?